Wednesday, June 20, 2012
PENGARUH GAMES DAN KOMPUTER PADA MATA ANAK
Dengan berkembangnya kemajuan teknologi, maka penggunaan computer untuk anak pun sekarang semakin banyak terjadi. Bukan saja di sekolah yang memang sudah ada pelajaran computer untuk anak-anak usia TK –SD, namun juga dirumah.
Berdasarkan penelitian dokter-dokter mata di Amerika, penggunaan computer berlebihan dapat mempercepat angka kejadian myopia (mata minus) pada anak-anak. Komputer dapat menimbulkan dampak buruk pada mata anak, yaitu dapat mempercepat timbulnya myopia (mata minus) juga memperparah derajat mata minus yang diderita si anak.
Dengan posisi duduk di depan computer untuk jangka waktu beberapa jam, dapat memperberat kerja otot mata untuk mengatur focus dan menimbulkan eye strain (ketegangan mata). Lain halnya dengan kira – kira 20 tahun yang lalu, dimana anak-anak lebih sering bermain di luar rumah. Hal ini membutuhkan penglihatan jauh yang tidak membebani otot mata.
Pada usia anak, system perkembangan penglihatan belum berkembang optimal, karena itu penggunaan computer pada anak harus dengan hati-hati.
Untuk pencegahan terjadinya “COMPUTER VISION SYNDROME” pada anak, maka harus dilakukan :'
1. Pemeriksaan mata secara menyeluruh sebelum anak masuk usia sekolah
2. Meja dan kursi computer harus disesuaikan dengan postur si anak, bukan orang dewasa
3. Jarak antara monitor dan mata anak yang direkomendasikan ialah antara 18-28 inch. Jarang kurang dari 18 inch dapat menimbulkan ketegangan pada otot mata.
4. Memakai Flat / LCD screen monitor dengan resolusi setinggi mungkin. Apabila terpaksa memakai monitor CTR, pilih refresh rate > 75 Hz
5. Pilihlah display yang besar, paling tidak diagonalnya sekitar 19 inch
6. Orang tua dan guru harus waspada dengan perlakuan perlakuan yang mencurigakan dari anak seperti : sering menggosok mata, kepala yang sering miring, keluhan mata kabur, mata sering merah dan postur tubuh yang tidak biasa ketika memakai computer
7. Bawalah anak anda untuk diperiksa ke dokter spesialis mata untuk dilakukan pemeriksaan mata menyeluruh.
Demikian tips yang bisa saya berikan ya Mama..semoga bermanfaat.
Amblyopia atau Mata Malas
Amblyopia sering juga disebut dengan “Mata Malas”. Kondisi ini tidak sama dengan kondisi mata juling.
Pada Amblyopia atau Mata Malas, terjadi kondisi dimana tajam penglihatan anak sangat turun karena mata tidak berkembang secara normal pada periode perkembangan mata anak.
Setelah usia empat tahun, periode perkembangan penglihatan anak dinyatakan komplit. Apabila sebelum usia ini, bagian visual di otak tidak pernah menerima bayangan secara tajam, maka perkembangan penglihatan akan sulit terjadi, dan mata dikatakan Amblyopia atau Mata Malas.
Penyebab Amblyopia atau Mata Malas :
1. Kelainan refraksi / kacamata pada anak seperti Mata Minus, Mata Plus atau Silinder.
2. Anisometropia (atau perbedaan yang besar antara ukuran kaca mata kiri dan kanan)
3. Strabismus atau Juling
4. Adanya Katarak ataupun Ptosis (kelopak mata yang menutup) pada anak
Bagaimana Deteksi Dini Amblyopia ?
Apabila problem amblyopia dapat dideteksi secara dini, maka angka keberhasilan terapi akan meningkat dan waktu terapi akan lebih singkat.
Apabila terdeteksi pada usia lebih dari 4 tahun, maka angka keberhasilan terapi akan menjadi jauh lebih rendah.
Deteksi dapat dilaksanakan dengan observasi penglihatan si kecil, cara bermain, menonton tv, mengambil barang, atau dengan membawa si kecil untuk deteksi ke dokter spesialis mata dan memeriksakan tajam penglihatannya.
Terapi Amblyopia

Untuk mengatasi Amblyopia, si penderita harus dipaksa untuk menggunakan mata yang mengalami amblyopia. Apabila penderita harus memakai kaca mata, maka kacamata harus dipakai terus menerus untuk memperbaiki amblyopianya.
Metode terapi yang biasa dipakai ialah “patching” atau oklusi, yaitu menutup mata yang bagus untuk memaksa anak memakai mata yang Amblyopia.
Si anak harus dijelaskan bahwa mata mereka yang bagus akan ditutup dengan patch / perban (mungkin bisa dicontohkan ke sebuah boneka). Patching ini biasanya berlangsung beberapa jam dalam sehari dan dilaksanakan terus menerus dalam bilangan minggu / bulan.
Penderita Amblyopia yang tetap harus memakai kacamata, harus memakai kacamatanya selalu. Untuk itu ukuran frame dan kaca mata harus diperhatikan dalam hal kenyamanan anak.
Apabila anak sudah agak besar, biarkan anak memilih kacamata dengan warna yang disukai agar anak mau memakai kacamatanya terus menerus.
Pada Amblyopia atau Mata Malas, terjadi kondisi dimana tajam penglihatan anak sangat turun karena mata tidak berkembang secara normal pada periode perkembangan mata anak.
Setelah usia empat tahun, periode perkembangan penglihatan anak dinyatakan komplit. Apabila sebelum usia ini, bagian visual di otak tidak pernah menerima bayangan secara tajam, maka perkembangan penglihatan akan sulit terjadi, dan mata dikatakan Amblyopia atau Mata Malas.
Penyebab Amblyopia atau Mata Malas :
1. Kelainan refraksi / kacamata pada anak seperti Mata Minus, Mata Plus atau Silinder.
2. Anisometropia (atau perbedaan yang besar antara ukuran kaca mata kiri dan kanan)
3. Strabismus atau Juling
4. Adanya Katarak ataupun Ptosis (kelopak mata yang menutup) pada anak
Bagaimana Deteksi Dini Amblyopia ?
Apabila problem amblyopia dapat dideteksi secara dini, maka angka keberhasilan terapi akan meningkat dan waktu terapi akan lebih singkat.
Apabila terdeteksi pada usia lebih dari 4 tahun, maka angka keberhasilan terapi akan menjadi jauh lebih rendah.
Deteksi dapat dilaksanakan dengan observasi penglihatan si kecil, cara bermain, menonton tv, mengambil barang, atau dengan membawa si kecil untuk deteksi ke dokter spesialis mata dan memeriksakan tajam penglihatannya.
Terapi Amblyopia
Untuk mengatasi Amblyopia, si penderita harus dipaksa untuk menggunakan mata yang mengalami amblyopia. Apabila penderita harus memakai kaca mata, maka kacamata harus dipakai terus menerus untuk memperbaiki amblyopianya.
Metode terapi yang biasa dipakai ialah “patching” atau oklusi, yaitu menutup mata yang bagus untuk memaksa anak memakai mata yang Amblyopia.
Si anak harus dijelaskan bahwa mata mereka yang bagus akan ditutup dengan patch / perban (mungkin bisa dicontohkan ke sebuah boneka). Patching ini biasanya berlangsung beberapa jam dalam sehari dan dilaksanakan terus menerus dalam bilangan minggu / bulan.
Penderita Amblyopia yang tetap harus memakai kacamata, harus memakai kacamatanya selalu. Untuk itu ukuran frame dan kaca mata harus diperhatikan dalam hal kenyamanan anak.
Apabila anak sudah agak besar, biarkan anak memilih kacamata dengan warna yang disukai agar anak mau memakai kacamatanya terus menerus.
Subscribe to:
Posts (Atom)